Pages

Saterdag, 13 Julie 2013

5 Film yang Menyimpang dari Fakta Sejarah Dunia

Film-film yang dibuat berdasarkan kisah nyata dari sejarah di masa lampau selain menjadi hiburan, juga bisa menambah wawasan penontonnya. Namun, demi cerita yang lebih menarik, para sutradara kadang menambahkan cerita fiksi ke dalamnya. Sehingga, tak sesuai dengan sejarah aslinya. Hal itu bisa menjadikan film lebih menarik, tapi juga beberapa justru mengusik pemikiran para ahli antropologi. Berikut Lihat.co.id merangkum 5 Film yang Menyimpang dari Fakta Sejarah Dunia seperti dilansir hot.detik:

1. Apocalypto

Apocalypto
[lihat.co.id] - Film arahan sutradara sekaligus aktor kawakan Mel Gibson ini kabarnya sempat membuat ahli sejarah kebingung dengan plot cerita yang diciptakan. Mel Gibson terlalu banyak memberikan bumbu-bumbu fiksi yang akhirnya hampir mengubah sejarah Suku Maya yang diangkatnya.

Diceritakan dalam film bahwa Suku Maya mempunya tradisi mengorbankan manusia yang dipersembahkan kepada Dewa Matahari (kulkulkan). Padahal, kenyataannya tidak begitu, hanya ketua-ketuanya saja yang dibunuh, itu pun jika mereka tertangkap dalam perang.

Pembantaian yang terjadi di akhir film kabarnya tidak pernah ada menurut sejarah, juga dengan kedatangan Christoper Columbus. Sejarah mencatat bahwa hampir 90 persen dari penduduk Amerika asli meninggal karena penyakit cacar dari ternak mereka.

2. 300

300
[lihat.co.id] - Film ini bercerita tentang kekuatan kaum Sparta yang melawan Bangsa Persia karena mereka tidak mau tunduk kepada Raja Xerxes dari Persia. Bersama dengan 300 pasukannya, Leonidas yang diperankan Gerald Butler pergi menuju 'Thermophydlae' untuk melawan pasukan Persia.

Fakta sejarah menyebutkan, pasukan Sparta tidak benar-benar berperang dengan 300 orang, bahkan mereka juga bergabung dengan negara tetangga. Hal menarik yang terakhir adalah, pasukan Sparta itu terdiri dari laki-laki berumur di atas 60 tahun.

3. The Patriot

The Patriot
[lihat.co.id] - Film dengan penyimpangan sejarah lainnya masih dari film milik Mel Gibson, namun kali ini dia tidak sebagai sutradara melainkan aktor utama. Film tentang tokoh Revolusi Amerika, Benjamin Martin ini menuai kontroversi karena ada beberapa penyimpangan yang cukup fatal.

Benjamin Martin sesungguhnya bukan kepala keluarga yang maju, melainkan seorang pemilik budak yang menikahi sepupunya sendiri saat revolusi selesai pada tahun 1700-an. Benjamin Martin juga ternyata seorang yang

aktif membunuh dan menganiaya penduduk lokal Amerika, ditambah pada kenyataannya dia tidak berhasil membawa Amerika menang melawan Inggris.

4. Inglorious Basterds

Inglorious Basterds
[lihat.co.id] - Film yang dibintangi oleh Brad Pitt ini memang sedari awal sudah melawan sejarah Yahudi dan Nazi di Perancis sekitar tahun 1941. Sejarah mencatat bahwa Hitler dan pasukannya berhasil menghabisi kaum Yahudi di setiap pelosok Perancis bahkan Eropa. Tapi apa yang terjad di film ini?

Film arahan Quentin Tarantino itu justru kebalikannya, kaum Yahudi yang berhasil membunuh Nazi secara gila, bahkan mereka mempunyai slogan 'take no prisioners'. Pasukan inilah yang bernama 'Basterds' yang dipimpin oleh Brad Pitt.

The Last Samurai
[lihat.co.id] - Tentu masih banyak yang ingat dengan salah satu film terpopuler sepanjang masa, 'The Last Samurai' yang dibintangi oleh Tom Cruise. Film nyata tentang sejarah asal muasal Samurai ini memang sangat menarik untuk ditonton karena fakta-fakta sejarah di dalamnya.

Namun ternyata ada dua hal yang dikabarkan menyimpang dari sejarah. Benar adanya bahwa Jepang menggunakan tenaga asing untuk melatih militer mereka, termasuk Samurai. Tapi, bukan warga Amerika

yang dipakai, melainkan Prancis. Dan, Ken Watanabe, pemeran ksatria yang juga berperan sebagai guru Samurai, ternyata tidak meninggal ditembak, melainkan bunuh diri setelah menelan kekalahan.

Tina Kartika 13 Jul, 2013


-
Source: http://www.lihat.co.id/2013/07/5FilmyangMenyimpangdariFaktaSejarahDunia.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Download 5 Film yang Menyimpang dari Fakta Sejarah Dunia

0 komentar:

Plaas 'n opmerking